Archive for April, 2008

it’s a girl thing!

Thursday, April 24th, 2008

cerita soal bolos bersama jumat lalu belum g posting hehehehe…

gak deng, sebnernya cuti bersama :p yang bolos itu novi tuh, dan sebagai ganjarannya dia dapet telepon terus menerus, untung teleponnya gak pas di Kora-kora.

Jumat, 18 April lalu, g dengan gegap gempitanya dijemput Alin pagi-pagi trus nyamper Novi di Pasar Festival dan kami menuju Dufan!!! horeeee….!! kalah deh anak2 smp field trip sama ramenya kita bertiga.

mulai dari tancap gas sampe dufan cekikikan, lebay2an dan foto2 gak penting (blur juga hasilnya hihihihi)

oiya, sebelum nyampe dufan kita belok kiri dulu ke Sunter. nengok kantornya Alin nun jauh di sunter sana. hihihii tak lupa makan dulu.

daerah situ mirip banget sama daerah greenville ya, banjirnya juga sama tuh :p

sampe dufan, dengan jedangnya kita menemukan fakta baru, bahwa dufan hari jumat buka jam 1.30. sumpeh lo!

akhirnya kita melipir ke pantai, ya kalo ancol masih bisa disebut pantai ya, semen melulu, mana pasirnya.

setelah sunbathing campur polusinya cukup kita balik lagi ke Dufan, dan nunggu di starbuck ajah. finally, civilization.

gak terlalu banyak games yang g ambil kmren. ternyata emang umur ngaruh ya boooo. dulu kora-kora, kicir2, halilintar dan pontang-panting (bukan ontang anting ya, g benci ama game satu ini, gak safe banget) dinaekin dalam satu batch.

sekarang, wah…. naek kora2 masih ktawa2 kayak orang gila, mo naek tornado weh…meski gak separah muter2nya kicir2 tapi g gak suka bagian ditebalikin lamanya itu, bisa gila g.

akhirnya melipir ke kicir2. dan bner dong, turunnya g rada kliyengan.

and i’m glad that i’m wise enough to take a break, wandering around taking pics of people. sementara alin dan novi dengan nekatnya naek ontang-anting. hasilnya, ada yang teler berat sampe menggeletak. hihihihihi

setelah itu, ke perang bintang, nah ini rada absurd, secara g gak jelas mana musuh yang kudu ditembak dan bukan, g tembakin aja semuanya yang keliatan bermuka aneh dan menyebalkan.

dari situ basah2an di arung jeram. bo, basahnya lebih bikin jerit daripada adrenalinnya.

terakhir kita ke extreme log deh, dimana novi dapet karmanya. sebelumnya di Arung jeram dia marahin anak smp yang nyelak2 antrian, eh di extreme log dia dimarahin ibu2 karena hal yang sama.

g sama alin yang udah nun jauh di depan antrian, cuma bisa ketawa-ketawa sambil nge-dubbing in adegan lucu antara Novi VS Mami Ok itu.

pulangnya Novi duluan krn mo ke kampus, g ama alin balik ke pantai di samping Segarra. curhat (alin) dan ngomongin buku (gue).

akhirnya kita pulang deh, setelah tak lupa men-charge batere sosial kita dengan mampir ke Kelapa Gading Mall hihihihi.

nyampe rumah g langsung mandi bo…gile lepek banget.

Gals, am so happy that day.

laen kali madol barng lagi yukkk….

loph,

~yang gak pernah mau jadi dewasa~

p.s i’ve uploaded 50 pics to my blog o’ready, so take a glimpse, here

Bad Love - Part2

Monday, April 21st, 2008

hate to say, "I told you so!"

tapi….

SEE??? I TOLD YOU SOMEONE GONNA DIE AT THE END OF THIS SERIES!

hihihiih

bner bo, chuan-whoever-his-name meninggal karena radang otak di episod 19.

yang rada aneh….

g ngerasa penulis skenarionya di awal cerita juga masih bingung sapa yang mo "dibunuh" dan kenapa meninggalnya.

dari awal, ada indikasi Na In Jung punya penyakit di perut yang entah apa. trus si Chuan ini sering banget sesak nafas, ya sodara2 please pay attention to this details.

Chuan itu sering sesak nafas, dan berualng kali megang dada kiri dengan ekspresi kesakitan. which I, simply conclude, dia punya sakit jantung. diperkuat lagi, di seri keberapa gitu dia pingsan dibawa ke rumah sakit trus dokter bilang ada kelainan di jantungnya.

nah, jelas dong.

eh, tau-tau di seri2 akhir, yang dipegang bukan dada lagi bo, tapi kpala, dengan ekspresi kesakitan yang amat sangat.

bo, i think i miss sumthing.

tapi, ya mungkin penulis skenarionya berfikir, meninggal karena sakit dengan proses yang lama akan lebih melodramatis.

kalo radang otak, ada proses pingsan2nya aja dulu.

jadi mungkin para penulis skenarionya ngobrol:

Penulis 1: "Man, kalo ini orang kita "matiin" dengan sakit jantung, kan bisa meninggal mendadak, lebih shocking kan?"

Penulis 2: "Wah, gak seru dong, kalo sakitnya yang pake berobat di rumah sakit lama kan cerita bisa dikembangkan. Pan lumayan, bisa satu episod sendiri tuh."

Penulis 1: "bner juga lo cuy, g juga rada mampet nih, secara ini serial kudu 20 episod, lah kita baru di 17 aja gitu."

Penulis 2: "makanya, deal ya, radang otak aja."

Penulis 1:" Yo’i, tapi jek, episod2 lalu kan dia kesakitannya remas2 dada gitu, apa penontong gak bakal curigation."

Penulis 2: "Ah, lo tenang aja, asal kematiannya sedih dan bikin orang nangis gerung-gerung, semua gimmick termaafkan. percaya dah ama g."

Penulis 1: "gitu ya jek, siplah kalo gitu. nyok, kita kasih tau pemerannya chuan, kalo kesakitan jangan megang dada lagi, tapi jambak2 rambut ajah."

Penulis 2: "Yuk mareeeh."

sebagai salah satu penggemar film korea yang juga hobi nangis gerung-gerung, i’ve should have seen it coming. well, i did! hihihiih

dan satu lagi, ujung2nya Na In Jung sama Yong Gi jadian aja gitu, gak pake kabur kmana2. booo, dari episod 10 aje kalo gitu. duh, g jahat banget sih.

sumpah, sekali-sekalinya g kagak nangis ntn film Korea, ya nonton film ini. 

come out and play!

Wednesday, April 16th, 2008

Dear Prudence, won’t you come out to play
Dear Prudence, greet the brand new day
The sun is up, the sky is blue
It’s beautiful and so are you
Dear Prudence won’t you come out to play

Dear Prudence open up your eyes
Dear Prudence see the sunny skies
The wind is low the birds will sing
that you are part of everything
Dear Prudence won’t you open up your eyes

Look around round
Look around round round
Look around

Dear Prudence let me see you smile
Dear Prudence like a little child
The clouds will be a daisy chain
So let me see you smile again
Dear Prudence won’t you let me see you smile

~Dear Prudence, The Beatles (1968)~

Dear Gals,

Beppun_menka_270206

i can’t wait.

can’t hardly wait.

for tomorrow.

our girls day out!!!!!

xoxo,

me, the eternal pacifier, an eternal child inside.

ternyata….

Tuesday, April 15th, 2008

Daniel Philip Henney bukan lulusan University of Illinois.

Daniel_henney4

well…. not a relevant info.

he’s still:

- unbearably georgeous

Daniel_henney Daniel_henney5

pic: http://cafe.daum.net/danielhenney

- enam kotak, o my God.

Daniel_henney3

pic:http://eternityheaven.multiply.com/photos/album/87/Daniel_Philip_Henney#13

- flirty…flirty…flirty…

Daniel_henney2

pic:http://www.friendster.com/photos/57757647/1/116159678#pic=01974378709

- aksen Amerikanya itu, sumpah yang paling bikin g jatuh cintaaahh…

- and God must be in a very good mood when He created Daniel, cos after all the very good things i mentioned above, Daniel can play guitar very well!! no, no, wait…YEs! he can SING too….dan suaranya bagus pula. klik link dibawah, agak lama, tapi it’s worth it ~_^

http://www.veoh.com/videos/v244311EeNyaGFg?searchId=3218483407213337779&rank=3

i bet all the so called living creature named MEN, when reading this stuff, will be encouraged to put his pic on Dart Board.

kalo sampe ternyata dia straight,baik, gak pelit dan setia,

maka gue janji akan percaya ada kehidupan di Bulan sana.

Daniel’s website: www.daniel-henney.com (siap-siap ngeces! he’s too yummy!)

bad love

Monday, April 14th, 2008

Badl

itu judul serial Korea yang lagi g tonton.

cheesy ya judulnya? hihihi bgitulah yang g pikir ketika si penjaga toko dvd bajakan (tapi berkualitas bagus, well, mari kesampingkan moral, harga 1/10 dari original cukup bikin iman goyah) di Plaza Semanggi mengiming-imingi g dengan cerita bagus dan aktor2 cowo cakep.

sebenernya tujuan g kesana mau cari serial "Spring Waltz" atau "My Name is Kim San Soon" atau keduanya. soalnya ada Daniel Henney yang ganteng-gila dan beraksen medok Amerika itu.

tapi, ternyata, dua2nya gak ada T.T akhirnya terjadilah provokasi tingkat tinggi. semua mbak2 penjaga toko itu bersatu padu maksa g beli "Bad Love".

Judulnya aja udah bikin ilfil booo….

tapi…secara…. milih2 yang laen gak ada yang cucok… ya udah deh, g embat juga. dan …g gitu ya, sedikit lemah dalam konsep "coba dulu, kalo ok baru beli lagi" (sebenernya, jujur, g lemah dalam konsep ini di semua aspek hiks, apapun yang g mulai rasanya harus-kudu-mesti g selesein, sehingga kadang udah gak nyaman pun masih g terusin.) sehingga g beli semua serinya. dari satu sampe tamat! mat! mat!

dan, mulailah…

Episod satu, wew bagus juga… tentang perselingkuhan ternyata. sedih mendayu-dayu khas Korean Movies.

Episod dua, bagus…bagus…(lompat-lompat bersyukur) cerita tentang kebangkitan (bukan dari kubur). Gimana seorang perempuanyang udah bner2 jatuh di titik nol berusaha bangkit dan tetep menikmati hidup. i like this. inspiratif.

Episod tiga, si tokoh perempuan mulai jatuh cinta lagi. ihik…. baru ngeh g, cowo2 di serial ini cakep juga (tapi gak secakep DANIEL HENNEY-ku tercintaaah). g mulai senyum-senyum nonton adegan2 gombal dan rayu-merayu. ihik..

Episod Empat, wew….sedih2 lagi….gimana sih baru juga bahagia.

Episod LIma, wadduhh….makin sedih?

Episod enam, walah…jatuh cinta aja susah banget sih? sumpah deh, Na In Jung, mau lo apaan sih?

Episod tujuh, dvdnya corrupt! dasar bajakan! *sambit remote

Episod delapan, gile ternyata g gak kehilangan banyak di seri 7, karena Na In Jung masih sedih aja, Yong Gi masih ngejar2 dan memohon2 sambil nangis (oh…man… g jadi frustrasi) dan chuan whoever-his-name itu masih terobsesi dengan karir dan cuek ama keluarga. my point is, jadi yang dibingungin oleh In Jung itu apa sih? gak ada yang memperebutkan dia kok.

Episod sembilan, Na In Jung!!! i will happily donate a spoonful of my brain to you! lo kabur aja ke Amrik sama Yong Gi, dianya mau sama lo kok, dan dia emang gak mau mewarisi perusahaan bokapnya, ya udah mau apa lagi. wong keluarganya juga gak menghalangi. dudullllll!!! (pulang kerja cape, nonton ini bikin g jadi harus nambah porsi entertainment dengan baca novel sebelum tidur.)

Episod sepuluh, wedew! sekarang Yong Gi jadi sadis sama In Jung. makin gak jelas aja ini cerita. trus tiba2 muncul cewe yang mukanya sama ama mantan Yong Gi dan ngerayu dia. O M G, no wonder sinetron Indonesia banyak yang ngejiplak Korean, bo, tarik-ulur-mulurnya sama.

dan…baru sampe situlah g ntn. sigh.

kalo ntar malem di cable gak ada acara bagus setelah jam 10, g bakal ntn lagi, however….sayang gak diterusin. hihihihi tebakan g nih… akhirnya In Jung pasti mati. atau Yong Gi yang mati. bisa juga sih Chuan-whoever-his-name yang mati. pokoke ada yang mati lah. set as defaultnya film Korea gitu kan?

i didn’t mind with this so typical ending. tapi …. kalo suatu cerita bisa selesai dalam 2 jam, kenapa harus diulur sampe 20 jam? atau setidaknya berbaik hatilah dengan menambahkan konflik dan plot didalam 20 jam itu.

Well, Bad Love. you’re not so lousy, only not good enough.

and as bad as love, you’ve been encouraged to take another sip after tasted the bitter one just to find out that it was more bitter.

gimanapun, chuan-whoever-his-name itu ganteng bo. mayan cuci mata sblum tidur.

Pippi….

Thursday, April 3rd, 2008

Pippi meninggal kemaren sore, setelah sakit sejak lahir sampe umur 3 bulan.

entah kenapa g gak gitu sedih kemaren, ada perasaan lega malah…. lega karena Pippi udah gak menderita lagi.

ternyata, memang tickle itu perasaannya halus sekali, pas g nguburin Pippi (dibantuin tetangga, kalo g yang nyangkul, yuuk mareee) dia ikut duduk disebelah g. ngeliatin sampe selesai dikubur.

G agak sebel sama pumpkin, pas Pippi meninggal itu dia malah sibuk minum susu Milky Pet kayak gak terjadi apa-apa. sampe pemakaman juga dia seakan gak peduli, sampe g bilang gini : "dasar ibu gak bertanggung jawab."

tapi … emang kita gak bisa, mengadili cara makhluk lain berduka.

Pumpkin gak beranjak dari atas pagar, sampe larut malam. dia mandangin ke arah Pippi g kubur. dia kehilangan dengan caranya sendiri. saat ngeliat siluetnya yang duduk sendiri di tengah malam itulah baru g sedih.

bukan meninggalnya seseorang/makhluk yang menyedihkan, tapi kenangan dan ruang kosong yang ditinggalkannya lah yang menyakitkan.

terinspirasi dari proses pemakaman Heath Ledger, kayaknya udah gak jaman menangisi kematian, mengenang kehidupan, that’s more like it.

maka, minggu besok g mau ngadain "mengenang Pippi" sekaligus ultahnya Tickle yang ke satu.

you may think i’m ridiculous, go ahead.

for me, loving my beloved ones dan selalu jujur untuk memperlihatkannya, is a big deal for me.