bad love

April 14th, 2008 by loveinthetimeofcholera

Badl

itu judul serial Korea yang lagi g tonton.

cheesy ya judulnya? hihihi bgitulah yang g pikir ketika si penjaga toko dvd bajakan (tapi berkualitas bagus, well, mari kesampingkan moral, harga 1/10 dari original cukup bikin iman goyah) di Plaza Semanggi mengiming-imingi g dengan cerita bagus dan aktor2 cowo cakep.

sebenernya tujuan g kesana mau cari serial "Spring Waltz" atau "My Name is Kim San Soon" atau keduanya. soalnya ada Daniel Henney yang ganteng-gila dan beraksen medok Amerika itu.

tapi, ternyata, dua2nya gak ada T.T akhirnya terjadilah provokasi tingkat tinggi. semua mbak2 penjaga toko itu bersatu padu maksa g beli "Bad Love".

Judulnya aja udah bikin ilfil booo….

tapi…secara…. milih2 yang laen gak ada yang cucok… ya udah deh, g embat juga. dan …g gitu ya, sedikit lemah dalam konsep "coba dulu, kalo ok baru beli lagi" (sebenernya, jujur, g lemah dalam konsep ini di semua aspek hiks, apapun yang g mulai rasanya harus-kudu-mesti g selesein, sehingga kadang udah gak nyaman pun masih g terusin.) sehingga g beli semua serinya. dari satu sampe tamat! mat! mat!

dan, mulailah…

Episod satu, wew bagus juga… tentang perselingkuhan ternyata. sedih mendayu-dayu khas Korean Movies.

Episod dua, bagus…bagus…(lompat-lompat bersyukur) cerita tentang kebangkitan (bukan dari kubur). Gimana seorang perempuanyang udah bner2 jatuh di titik nol berusaha bangkit dan tetep menikmati hidup. i like this. inspiratif.

Episod tiga, si tokoh perempuan mulai jatuh cinta lagi. ihik…. baru ngeh g, cowo2 di serial ini cakep juga (tapi gak secakep DANIEL HENNEY-ku tercintaaah). g mulai senyum-senyum nonton adegan2 gombal dan rayu-merayu. ihik..

Episod Empat, wew….sedih2 lagi….gimana sih baru juga bahagia.

Episod LIma, wadduhh….makin sedih?

Episod enam, walah…jatuh cinta aja susah banget sih? sumpah deh, Na In Jung, mau lo apaan sih?

Episod tujuh, dvdnya corrupt! dasar bajakan! *sambit remote

Episod delapan, gile ternyata g gak kehilangan banyak di seri 7, karena Na In Jung masih sedih aja, Yong Gi masih ngejar2 dan memohon2 sambil nangis (oh…man… g jadi frustrasi) dan chuan whoever-his-name itu masih terobsesi dengan karir dan cuek ama keluarga. my point is, jadi yang dibingungin oleh In Jung itu apa sih? gak ada yang memperebutkan dia kok.

Episod sembilan, Na In Jung!!! i will happily donate a spoonful of my brain to you! lo kabur aja ke Amrik sama Yong Gi, dianya mau sama lo kok, dan dia emang gak mau mewarisi perusahaan bokapnya, ya udah mau apa lagi. wong keluarganya juga gak menghalangi. dudullllll!!! (pulang kerja cape, nonton ini bikin g jadi harus nambah porsi entertainment dengan baca novel sebelum tidur.)

Episod sepuluh, wedew! sekarang Yong Gi jadi sadis sama In Jung. makin gak jelas aja ini cerita. trus tiba2 muncul cewe yang mukanya sama ama mantan Yong Gi dan ngerayu dia. O M G, no wonder sinetron Indonesia banyak yang ngejiplak Korean, bo, tarik-ulur-mulurnya sama.

dan…baru sampe situlah g ntn. sigh.

kalo ntar malem di cable gak ada acara bagus setelah jam 10, g bakal ntn lagi, however….sayang gak diterusin. hihihihi tebakan g nih… akhirnya In Jung pasti mati. atau Yong Gi yang mati. bisa juga sih Chuan-whoever-his-name yang mati. pokoke ada yang mati lah. set as defaultnya film Korea gitu kan?

i didn’t mind with this so typical ending. tapi …. kalo suatu cerita bisa selesai dalam 2 jam, kenapa harus diulur sampe 20 jam? atau setidaknya berbaik hatilah dengan menambahkan konflik dan plot didalam 20 jam itu.

Well, Bad Love. you’re not so lousy, only not good enough.

and as bad as love, you’ve been encouraged to take another sip after tasted the bitter one just to find out that it was more bitter.

gimanapun, chuan-whoever-his-name itu ganteng bo. mayan cuci mata sblum tidur.

Pippi….

April 3rd, 2008 by loveinthetimeofcholera

Pippi meninggal kemaren sore, setelah sakit sejak lahir sampe umur 3 bulan.

entah kenapa g gak gitu sedih kemaren, ada perasaan lega malah…. lega karena Pippi udah gak menderita lagi.

ternyata, memang tickle itu perasaannya halus sekali, pas g nguburin Pippi (dibantuin tetangga, kalo g yang nyangkul, yuuk mareee) dia ikut duduk disebelah g. ngeliatin sampe selesai dikubur.

G agak sebel sama pumpkin, pas Pippi meninggal itu dia malah sibuk minum susu Milky Pet kayak gak terjadi apa-apa. sampe pemakaman juga dia seakan gak peduli, sampe g bilang gini : "dasar ibu gak bertanggung jawab."

tapi … emang kita gak bisa, mengadili cara makhluk lain berduka.

Pumpkin gak beranjak dari atas pagar, sampe larut malam. dia mandangin ke arah Pippi g kubur. dia kehilangan dengan caranya sendiri. saat ngeliat siluetnya yang duduk sendiri di tengah malam itulah baru g sedih.

bukan meninggalnya seseorang/makhluk yang menyedihkan, tapi kenangan dan ruang kosong yang ditinggalkannya lah yang menyakitkan.

terinspirasi dari proses pemakaman Heath Ledger, kayaknya udah gak jaman menangisi kematian, mengenang kehidupan, that’s more like it.

maka, minggu besok g mau ngadain "mengenang Pippi" sekaligus ultahnya Tickle yang ke satu.

you may think i’m ridiculous, go ahead.

for me, loving my beloved ones dan selalu jujur untuk memperlihatkannya, is a big deal for me.

Orang asing dan nilai sebuah kebaikan

March 25th, 2008 by loveinthetimeofcholera

G dapet musibah pas long wiken kmrn. Uang g dibawa lari sama pembantu di rumah nenek g.

Jadi rabu malam, pas g kesana, g titip uang sama dia untuk bayar telepon rumah nenek dan uang jajan adek g yang kecil. uang itu buat di kasih ke aunty annie. fyi, sebenernya udah berkali-kali g titip uang ke si pembantu dan selalu aman-aman aja, entah setan mana yang mampir ke dia saat itu, keesokan harinya ternyata dia kabur dari rumah nenek.

bukan cuma uang g, ternyata dia juga masih punya utang sama om g dan aunty annie. janjinya dia hutang-hutang itu mau dibayar dengan cara potong gaji. kenapa dikasih ngutang segitu banyak? well, simply because kita terlalu kasian sama dia, dia bilang buat anaknya di kampung…siapa sih yang tega gak ngasih coba?

g sangat shock dan kecewa dengan perbuatannya ini. bukan karena nominal, tapi karena dia orang yang sudah sangat kita kenal dan percaya. selama ini g anggap dia baik dan telaten, maka g juga gak sayang2 untuk beli2in dia baju dan sebagainya (bukan ngebangkel loh ya…sumpah g ikhlas).

terus terang g gak marah… cuma ya itu tadi, shock dan kecewa. mungkin kalo orang lain yang gak g kenal yang nyolong dari g, g akan marah. tapi ini…orang yang udah dianggep kyk sodara sendiri, rasanya sakit banget.

beginilah…. kesalahan orang-orang terdekat kita cenderung terasa menyakitkan ketimbang mengesalkan dan membuat benci.

kejadian ini membuat g introspeksi diri untuk lebih menyayangi dan menjaga kepercayaan orang-orang terdekat g terutama keluarga.

kadang-kadang kita begitu dekatnya dengan mereka sampai dengan mudahnya menyakiti perasaan mereka, karena kita selalu yakin kita akan selalu dimaafkan. tapi luka adalah luka. bekasnya akan tetap ada berapa ribu kalipun kita meminta maaf.

sebaliknya, kita cenderung lebih permisif menerima kesalahan orang asing dan pandai menghargai kebaikannya. kita merasa kalau orang yang dekat dengan kita baik sama kita, itu sudah sewajarnya, tapi kalau orang asing yang berbaik hati sama kita…wah luar biasa dan berkesan sekali.

semoga g dijaga kepekaannya oleh Tuhan, untuk bisa selalu melihat kebaikan semua orang terutama keluarga dan orang2 dekat g dan diberi hati yang bijaksana untuk bersikap baik dan menerima segala kekurangan mereka yang mungkin menyakiti g.

p.s. buat lucu2an ajah…. g gak jadi ganti hape…gyaaa! T.T uang yang sudah dilarikan tetep harus diganti (oleh g, tentunyaaa), jadinya bulan ini dobel, jadinya g gigit jari…bubye hape cantik idaman setiap insan!

Stranger Than Fiction

March 16th, 2008 by loveinthetimeofcholera

Menulis itu menyenangkan, kita punya kuasa penuh mengatur jalan hidup dan kebetulan-kebetulan yang terjadi dalam cerita. sebuah kuasa yang tidak akan pernah menjadi milik kita di dunia nyata.

Stranger Than Fiction, sebuah drama comedy (2006) bercerita tentang Harold Crick, seorang penyendiri, bekerja sebagai auditor Pajak di IRS.

Hidup Harold diisi dengan angka, diukur dengan angka dan dijatah dengan angka. Ia menghitung berapa kali ia menggerakkan sikat gigi untuk gerakan vertikal, kemudian horizontal. berapa kecepatan langkah kakinya menuju halte bus untuk mengejar bus. berapa menit yang ia habiskan selama coffee break. empat puluh lima menit adalah waktu yang ia perlukan untuk makan siang setiap hari selama hidupnya. tidak lebih tidak kurang. itulah hitungan-hitungan dalam hidup Harold Crick.

Sampai suatu ketika, jam tangannya tiba-tiba mati, dan Harold me-reset jam itu menurut informasi dari seorang pejalan kaki.

"Little did he know, that this simple, seemingly innocuous act, would result in his imminent death".

Suara seorang wanita berkata dalam kepalanya. Harold tersentak.

pertama oleh kata "kematian" kedua oleh kata ganti orang kedua yang digunakan sang narator. selama ini Harold telah mendengar suara wanita itu menarasikan setiap kejadian dan gerak-gerik Harold. Selama ini ia berfikir itu adalah suara batinnya yang tanpa sadar terdengar setiap waktu.  Sampai saat itu, ia menyadari, suara wanita beraksen Inggris itu bukan miliknya.

Sementara itu, Kay Eiffel, seorang penulis terkenal mengalami writer’s block. Ia tidak bisa ,menentukan penyebab kematian tokoh utama novelnya.

Kay menulis tentang seorang auditor pajak yang bekerja untuk IRS. bernama Harold Crick.

Absurd dan tidak dapat diterima nalar, bagi Kay.

Tidak manusiawi dan permainan "If I am God", bagi Harold.

Harold memohon pada Kay untuk mengubah jalan ceritanya, Harold tahu suatu saat ia pasti tetap akan mati. Namun tidak saat ini disaat ia mulai melakukan hal-hal menyenangkan diluar hitungan normatifnya. Disaat diluar rencana hidupnya, ia jatuh cinta dan mampu mencintai seorang wanita dengan spontanitas.

Kay, yang selalu membunuh karakter utama dalam setiap novelnya, bertanya-tanya berapa orang nyata yang telah ia bunuh? Kay tahu mengubah kematian Harold Crick dalam novelnya akan menggagalkan sebuah masterpiece.

Well, that’s the synopsis.

Nonton film ini semalem di HBO. setelah dua hari yang mengagumkan karena g SAMA SEKALI gak keluar rumah bo! dari sabtu kerjaan g banugn siang, bebenah rumah (hampir setiap 3 jam!), nyuci, dan ngurusin kucing (lagi dan lagi), nonton dan baca.

Gue suka banget sama aktingnya si Kocak Will Ferrel sebagai Harold Crick. seorang yang lucu menjadi serius, kaku dan membosankan.

Emma Thompson sih gak usah dibahas lagi, she’s so brilliant. walaupun, karakterisasi Kay Eiffel itu agak stereotipe menurut g.

i mean, haruskah penulis itu selalu merokok seperti cerobong asap, nyentrik, penyendiri, pemarah dan berantakan?

but well, she’s okay, Kay Eiffel i mean. Cos Emma is BeyonD!

Gue dapet banyak banget pengetahuan soal plot, narasi dan literasi dari film ini. terutama dari percakapan Harold dengan Prof. Jules Hilbert yang diperankan oleh Dustin Hoffman. semoga, semua itu nyangkut di kpala g dan bisa berguna buat g nulis nanti :p

i’m a beginner yet an eternal-learner. so forgive my minors.

 

Pretty Persuasion

March 12th, 2008 by loveinthetimeofcholera

Semalem menu g "Pretty Persuasion" film yang mendapat nominasi untuk 2005 Grand Jury Prize di Sundance Film Festival.

Film bergenre black comedy ini bersetting di sebuah sekolah elit bernama Roxburry di Beverly Hills.

Adalah Kimberly Joyce (Evan Rachel Wood) seorang gadis berusia 15 tahun yang cerdik, berwajah cantik bak malaikat namun hati sekejam madame mic mac (kurang kejam ya…)

Kimberly mengajak sahabatnya  Brittanny Wells dan Randa Adjouni -anak baru seorang muslim kaya pindahan dari Middle East- untuk menuntut guru drama mereka, Mr. Percy Anderson atas tuduhan pelecehan sexual.

Kimberly mengarahkan teman, keluarga, lingkungan bahkan media untuk mendukung permainannya. seolah seluruh dunia adalah sebuah orkestra dan dialah konduktornya.

Revenge knows no mercy, it said. dan ujung ceritanya lumayan bikin g kecele.

Film ini dipenuhi unsur diskrimanisi, joke tentang ras dan seks. but still, i found it somehow beautiful. reminds me of, "Cruel Intention", "American Beauty", and of course "Mean Girls"

Kimberly Joyce is way too much older than her age, which i think make the conversations in this movie as a wonderful explanation of what the director wanted to say.

One thing, watching this movie, made you realise, what a great power sex is.

SEX, PASSION, AND LUST.

Every characters in the movie are smart, well-educated and experienced, but they’re easily fell to Kimberly’s plot under the influence of lust.

well, they say, it’s passion that turns the world around, love just make it a saver place.

The devil is wearing skirt, her name is Kimberly Joyce.

Under the Tuscan Sun

March 12th, 2008 by loveinthetimeofcholera

Semalem nonton film ini, thanks to signal ngaco tv cable g.

anyway, ada baiknya juga sih, g jadi termotivasi memilah-milah dvd2 g yang gak sempat g tonton.

Under The Tuscan Sun (2003) diangkat dari memoir berjudul sama yang ditulis oleh Frances Mayes (1996). Bercerita tentang perjalanan hidup Frances Mayes setelah perceraian yang menyebabkannya kehilangan rumah dan menjatuhkan rasa percaya dirinya di titik paling rendah.

Sahabat Frances yang seorang Lesbian, Patti (sandra Oh), memberikannya tiket ke Tuscany untuk berlibur. Liburan ini sebenarnya adalah sebuah Tour bertema "Gay Away", yup, Patti seharusnya pergi bersama partnernya (Diperankan, oleh Kate Walsh! i know, i know my fellow "Grey’s Anatomy" fans, altho i’m not really enjoying the scene where she kissed Sandra. O my, Dr. Shepherd and Dr. Yang kissing, in the mouth…noooooo) namun Patti sedang hamil hasil proses inseminasi dan tidak bisa terbang.

Frances mencoba menikmati liburannya, namun takdir membawanya ke sebuah rumah berusia 300 tahun. Dengan impulsivenya ia membeli rumah tersebut dan merenovasinya habis-habisan.

Frances menemukan hidup baru ditengah persahabatannya dengan pegawai imigran asal Polandia, wanita sosialita eksentrik dan agen real estate yang ramah.

Frances belajar hidup sendiri dan menantang dirinya untuk berani mencoba bahagia lagi.

Jalan ceritanya lancar dan sangat "pintar" banyak sekali dialog-dialog bagus.

my favorit lines:

"Regrets are a waste of time, they are your past crippling your present"

"If you smash into something good, you should hold on until it’s time to let go"

"Don’t you just love terrible ideas?"

Mencintai dengan sederhana

March 10th, 2008 by loveinthetimeofcholera

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Puisi Sapardi Djoko Damono diatas pasti udah sering banget dibaca di kartu-kartu undangan, blogs dan whatever, pokonya the most kutipable love poem deh.

15 February lalu, sehari setelah hari lovey-dovey sedunia g merayakan cinta dengan nonton pertunjukan musikalisasi puisinya Sapardi Djoko Damono (whom i adored so mmmuuaacchh!)

Pertunjukan berjudul "Yang Paling Cinta" itu dipentaskan oleh diantaranya (simply because i forgot the rest) Reda Gaudiamo & Ari Malibu, Cornelia Agatha, Ine Febriyanti, Eq Dancer, SMA Pelita Harapan, Teater Tanah Airku dan Choir sebuah sekolah Nasional Plus di daerah Jaktim.

Acara dibuka dengan dramatis oleh sang pembawa acara berkursi roda, Maz Inung. I was so tremble waiting for a dramatic scenes by his performance (hosting a show is part of the whole performance, rite?) but a bit dissapointed since he oftenly made audience uneasy with his jokes. but yeah, that’s him.

My favorite poetry reader is Jose Rizal Manua, he’s so calm yet eclectic. the 2nd favorite is the mommy-to-be Ine Febriyanti. She’s theatrically beautiful in her modest appearance.

and of course, yang paling g cinta adalah penampilan duo Reda Gaudiamo dan Ari Malibu. i loooovee them so much. puisi-puisinya Sapardi yang memang sudah indah dan inspiring menjadi lebih mudah diantar ke pemahaman melalui musikalisasi akustik mereka.

overall, the performance was a blast! i’m so lucky finally got the chance to see the Maestro, Sapardi Djoko Damono in the first place.

actually, i didn’t realise we sit in the same rows till Maz Inung requested the audiences to give him standing applause as a form of appreciation. He also read his poem together with Niniek L Karim.

my heart melted.

below are the pics i took that night.

100_0618 100_0623_1

100_0628

100_0630 100_0635

100_0639 100_0643

100_0646 100_0654_1

100_0660 100_0661

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan juni

Dihapuskannya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

Filosofi Es Teler

March 2nd, 2008 by loveinthetimeofcholera

Seorang temen, yang sangat pendiam dan tertutup, beberapa waktu lalu g mintain tolong untuk kasih komentar ke "cerita" g.

sekitar semingguan dia baca, akhirnya dia bilang ke g, "udah selesai, Ki."

"okay, what d u think?" kata g.

dia mempertanyakan sasaran pembaca g, yan gmembuat g sedikit bingung. kenapa gitu ya? soalnya bahasa percakapan lo "terlalu muda" katanya.

dan g mengerutkan kening sekali lagi. masa sih? bukannya biasa aja. gak mungkin kan, lo ngomong sama temen dengan bahasa Indo EYD. gak natural. lagipula, justru disitulah g bermain dengan kata2 dan ide-ide usil g.

"oOo… soalnya g tuh sukanya kalo yang serius, ya serius terus…kalo humor ato lucu2an ya gitu aja terus." katanya

"how boring" batin g. buat g, ide serius tidak melulu harus disampaikan dalambentuk tegak lurus yang kaku dan straightforward. sebaliknya, sesuatu yang lucu gak mesti tersampaikan lewat banyolan dan dagelan, apalagi, mengingat gaya humor g yang cenderung cynical ini. :p

melihat kekehnya g defense… si temen ini kelihatannya agak merasa "bersalah" yang sebenernya tidak perlu.

"ya, it just my humble opinion." he said.

"ok, i said."

"g minum es teler aja, gak g aduk loh ki." kata dia lagi.

g terdiam, cuma bisa ngeliatin dia …

lanjutnya,

"iya, gak g aduk, kalo g aduk rasanya bakal manis doang, g lebih suka nyendokin dari atas ampe bawah dan ngerasain, manis, asem dan lainnya. satu persatu."

dan g masih diam, tapi g senyum.

finally, dia membuka siapa dirinya ke gw.

for all this time, g selalu bertanya-tanya tentang dia. orang-orang bilang dia introvert, penyendiri dan kaku.

i thought so, meski g selalu berpikir setiap orang tidak selalu yang seperti mereka perlihatkan. maksudnya, selalu ada dua sisi dari setiap hal kan? meski harus g akui, diluar dari rasa hormat g atas hak individulisme temen g ini, kadang g berpikir dia itu sedikit membosankan.

kembali ke filosofi yang mengejutkan tadi, terusterang aja, g jadi merasa mendapat pencerahan.

siapa g untuk menilai seseorang membosankan? siapa g untuk menafikkan arti individualisme bagi seseorang?

how naive i was, to think that one have to smile and bubly most of the time.

and i’m so glad that i come to him in the first place, kalo g gak minta tolong dia mungkin g gak akan pernah mau ngerti siapa dia.

btw, i like to swirl my Es Teler, cos i like it sweet. and i love latte. because…it’s sweet.

Muka Buku

February 27th, 2008 by loveinthetimeofcholera

Listening to : Walking Away - Craig David

Reading       : She’ll Take It - Mary Carter & The Unbearable LIghtness of Being - Milan Kundera

sekian lama aku tak singgah :p

lagi keasyikan maen di suatu tempat bernama mukabuku nih.

but, I’ll be baaaack *terminator mode on*

my cats

February 27th, 2008 by loveinthetimeofcholera

i wish to be a person that my cats think i am.